Sifat MIM Sukun

Saudaraku…

Khuruf  MIM  Sukun mempunyai sifat yang unik.

Disebut unik, karena suaranya berubah-ubah. Perubahan itu bergantung pada khuruf-khuruf yang mengikutinya. Hal itu tidak terjadi pada khuruf selainnya.  Karena keunikannya itulah, dalam pembahasan tajwid, pembahasan tentang sifat MIM  sukun dipisahkan dalam satu bab tersendiri, agar lebih mendapatkan perhatian.

Saudaraku….

Khuruf  MIM  Sukun (mati) menghasilkan suara konsonan “M”. Konsonan “M” itulah yang akan menjadi pokok pembahasan, karena sifatnya yang berubah-ubah.

Saudaraku….

Berikut ini adalah ringkasan dari sifat bunyi ‘M”:

  1. Bunyi “M” mempunyai sifat tetap (yaitu tetap dibaca “M” dan jelas dibaca “M”/tidak dengan suara lainnya) ketika diikuti oleh selain khuruf MIM dan BA sesudahnya . Dalam kaidah tajwid, sifat ini disebut dengan IDH-HAR SYAFAWI. Durasinya adalah 1 ketukan saja.
  2. Bunyi “M”  menjadi samar ketika bertemu khuruf  BA.  Dalam kaidah tajwid, sifat ini disebut dengan IKHFA’ SYAFAWI. Durasinya adalah 4 ketukan.
  3. Bunyi “M” akan menyatu  ketika bertemu  khuruf MIM sesudahnya. Menyatunya  suara “M” berakibat bertambahnya ketukan pada khuruf  MIM (yang ke-2)  menjadi 4 ketukan. Dalam kaidah tajwid, sifat ini disebut dengan IDGHOM MIMI atau IDGHOM MITSLAINI. Durasinya adalah 4 ketukan.

Sumber: Bina Al Qur’an

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s